TRITONPAPUA.COM – Wakil Gubernur Deinas Geley di Mimika, Senin 12 Oktober 2026 menyerukan penghentian konflik antarkelompok di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ia mengingatkan bahwa pertikaian antaranggota masyarakat akan menghambat pembangunan dan mengorbankan masa depan generasi Papua.
Seruan tersebut disampaikan Deinas Geley dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-30 Kabupaten Mimika di Distrik Kuala Kencana.
Menurutnya, konflik di Mimika bukanlah perang antarsuku, melainkan pertikaian antarsaudara.
Konflik antara kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama telah berlangsung sejak Oktober 2025.
Meski beberapa kali ditempuh mediasi dan perdamaian adat, katanya, pertikaian kembali terjadi.
Berdasarkan laporan media setempat, ketika berlangsung perdamaian adat Juni 2026, serangkaian konflik mengakibatkan sedikitnya 17 orang meninggal dan puluhan lainnya cedea.
Ia menambahkan, Mimika adalah rumah bersama dari berbagai suku dan daerah. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup berdampingan dan bekerja sama membangun daerah.
Ia juga berharap dukungan seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, DPRK, TNI, dan Polri, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Mimika.
Deinas mengajak generasi muda menjauhi konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan karena dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku seksual berisiko untuk mencegah penularan HIV/AIDS.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat 199 kasus baru HIV/AIDS ditemukan sepanjang Januari–Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, 134 kasus terjadi pada kelompok usia 15–34 tahun.
Sepanjang 2025, tercatat 489 kasus baru dari 59.737 orang yang menjalani pemeriksaan.
Ia berharap momentum 30 tahun Kabupaten Mimika menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, menghentikan kekerasan, melindungi generasi muda, dan membangun masa depan daerah yang lebih aman, sehat, serta sejahtera.***

Tulis Komentar
Login atau daftar untuk berkomentar