Oleh Alex Runggeary*
TRITONPAPUA.COM – Pagi ini saya menerima berita duka. Sobat Filo telah tiada.
Sobat Filo adalah sahabat satu kelompok kecil mahasiswa Universutas Cenderawasih (Uncen) awal tahun 1970-an. Nama kelompok kecil itu de Takas (Takaruangs).
Melompok ini pula yang menjadi bagian inti dari Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Uncen.
Kelompok kecil yang aktif membantu kegiatan ektra kurikuler resmi universitas seperti perkenalan mahasiswa. Pada kegiatan seperti ini ada lintas alam.
Jalurnya disiapkan MAPALA untuk menjamin keselamatan peserta. Memasang rambu tanda bahaya atau memasang tali pegangan dan pengaman perserta.
Saya baru mengenal Nico ketika di universitas. Padahal, kami sama-sama dari Serui, karena ia dari jalur LSB – Lagere School B –bagi anak-anak perkotaan sedangkan saya dari jalur JVVS — Jongens Vervolg School Blijdorp Serui, bagi anak-anak dari kampung.
Ketika di Uncen, Nico berubah nama menjadi Filo. Ini bermula ketika semua mahasiswa disebutnya fellow friend.
Pada akhirnya semua otang menyebut Nico sebagai Fellow yang pada akhirnya berobah menjadi Filo.
Jurusan Filo di Uncen adalah Fakultas Keguruan Jurusan Matematika.
Namun ketika bekerja, ia masuk di bidang sosial politik. Ini bidang yang dapat dikatakan khusus yang diisi oleh mereka yang mendapat gemblengan khusus.
Beberapa waktu terakhir ini saya tertarik menonton cuplikan gambar tentang Api Unggun membawaku mengenang kembali Api Unggun MAPALA Uncen bersama beberapa siswa SMA Gabungan di Dosay di kaki Gunung Cyclop.
Api Unggun selalu membawa ketenangan.
Selamat jalan sobat Filo yang baik. Sampai jumpa di seberang sana.
Beristirahatlah sobat dalam damai abadi.***
*Alex Runggeary ialah penulis Papua, anggota SATUPENA

Tulis Komentar
Login atau daftar untuk berkomentar