TRITONPAPUA.COM – Komedi Papua ini bukan ditujukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Ini sekadar humor untuk menyegarkan pikiran da perasaan manusia lewat bahasa orang Papua.
Sekali lagi, narasi dalam komedia ini bukan untuk menyakiti pihak tertentu bila ternyata ada yang tersentil.
Siooo, Ada-ada saja!
“Siooo, apa kabar, pace mace, anak-anak muda Papua di mana saja berada!
Ko pu HP su pintar, internet su kencang, TikTok su jalan terus, tapi ko pu hidup bagaimana? Hahaha!
Ada yang tahan mata cari kedamaian jiwa, ada yang sibuk kejar viral, ada yang ribut di grup WhatsApp keluarga, ada juga yang panik kalau HP lowbat macam dunia mau kiamat!
Aduhhh, zaman sekarang memang ada-ada saja!
Nah, kali ini ada cerita kebiasaan anak-anak di era digital dengan gaya Papua: santai, lucu, sedikit menyindir, tapi ada pesan yang bisa katong ambil bersama.
Jadi, pace mace, ana-ana siap-siap ketawa eee! Jangan sampai ko ketawa sendiri, tetangga kira ko su dapat kiriman uang!
Yuk, kitong mulai! Siooo, ada-ada saja!
- Doom Scrolling: Cari damai, dapat mata Panda
“Siooo, anak-anak sekarang kalau malam bukan tidur, bukan cerita-cerita deng teman. Semua tunduk lihat HP macam lagi rapat rahasia negara …ka itu!”
“Sa tanya sa pu adik, ‘Ko bikin apa dari tadi malam? Mata su merah, muka macam habis baku pukul deng nyamuk!’ Ko pu mata so kayak mata panda begitu …
Dia bilang, ‘Kaka, sa lagi cari kedamaian jiwa.’
Sa bilang, ‘Ko cari damai di TikTok? Itu algoritma bukan pendeta, Ade!’
Dia bilang, ‘Tapi Kaka, satu video lagi, baru sa tidur.’
Satu video jadi sepuluh. Sepuluh jadi seratus. Tiba-tiba ayam disebelah rumah berkokok!
Sa bilang, ‘Ade, itu bukan ayam panggil ko bangun. Itu ayam kasih tahu kalau ko pu waktu tidur su habis!’
Yang paling parah, dia bilang, ‘Kaka, sa belum mengantuk.’
Sa jawab, ‘Ko pu mata merah, kepala miring, HP jatuh tiga kali! Itu bukan belum mengantuk, itu ko pu roh su logout, badan saja masih online!”
“Dulu orang tua takut anak diganggu setan / suanggi tengah malam. Sekarang setan / suanggi buka pintu kamar, lihat muka kita diterangi HP jam tiga pagi, dia bilang, ‘Aduh, ini manusia su lebih seram dari sa, mata merah baro, mata pandan lagi!’”
Closing
“Cari ilmu boleh, cari hiburan boleh, tapi jangan sampai ko cari kedamaian di TikTok, besok bangun malah cari ko pu dua biji mata yang kabur karena kurang tidur! Jaga waktu, jaga kesehatan.
- TikTok dan Bakat Terpendam: Semua Mau Viral!
“Aduh, sekarang semua orang mau viral! Dulu kalau mau terkenal, harus jadi pemain bola, penyanyi, atau pejabat. Sekarang jatuh dari motor sedikit, kalau direkam teman, langsung jadi artis!”
“Sa pu teman dari pagi sibuk bikin video TikTok. Sa tanya, ‘Ko kerja apa sekarang?”
Dia jawab, “Sa content creator!”
Sa bilang, “Oh, bagus! Konten tentang apa?”
Dia jawab, “Belum tahu. Sa bikin video dulu, nanti viral baru cari konsep.”
Siooo! Itu sama seperti ko pergi ke hutan, potong kayu dulu, baru pikir mau bikin rumah atau perahu!
Dia punya video pertama ditonton 17 orang. Dia senang sekali!
Sa tanya, “Ko punya 17 penonton itu siapa?”
Dia jawab, “Sa pu mama, sa pu bapa, dua adik, tiga sepupu, lima teman, sama tujuh akun sa sendiri!”
Sa bilang, “Berarti ko bukan viral, ko cuma rapat keluarga secara digital!”
Besoknya dia bikin video joget. Tidak ada yang like. Dia bikin video masak. Tidak ada yang komen. Akhirnya dia bikin video menangis.
Nah, yang itu baru ramai! Orang semua tanya, “Ko kenapa?”
Dia jawab, “Sa sedih karena video sa tidak viral!”
Siooo, sekarang orang sedih pun harus punya strategi konten!
“Viral itu belum tentu sukses! Nyamuk saja bisa terkenal di iklan alat semprot nyamuk tapikan dia tidak pernah jadi artis yang terkenal”
“Bikin konten boleh, kejar mimpi boleh! Tapi jangan cuma kejar like sampai lupa bikin karya yang berguna. Biar bukan cuma wajah yang viral, tapi juga ide dan prestasi yang dikenal dunia.
Pergi ke hutan, potong kayu dulu, baru pikir mau bikin rumah atau perahu!
Dia punya video pertama ditonton 17 orang. Dia senang sekali!
Sa tanya, “Ko punya 17 penonton itu siapa?”
Dia jawab, “Sa pu mama, sa pu bapa, dua adik, tiga sepupu, lima teman, sama tujuh akun sa sendiri!”
Sa bilang, “Berarti ko bukan viral, ko cuma rapat keluarga secara digital!”
Besoknya dia bikin video joget. Tidak ada yang like. Dia bikin video masak. Tidak ada yang komen. Akhirnya dia bikin video menangis.
Nah, yang itu baru ramai! Orang semua tanya, “Ko kenapa?”
Dia jawab, “Sa sedih karena video sa tidak viral!”
Siooo, sekarang orang sedih pun harus punya strategi konten!
“Ingat, viral itu belum tentu sukses. Nyamuk juga bisa viral kalau masuk video orang tidur, tapi sampai sekarang belum ada nyamuk jadi direktur!”
Closing
Jadi, pace mace, bikin konten boleh, mau terkenal juga boleh! Tetapi jangan sampai ko pu jempol terkenal, sementara ko pu otak belum pernah tampil!
Jangan cuma sibuk cari like, tapi lupa cari ilmu. Jangan cuma kejar viral, tapi lupa bikin sesuatu yang berguna!
- Grup WhatsApp keluarga
Sa mau tanya, siapa di sini yang masuk grup WhatsApp keluarga? Aduh, itu grup kalau pagi kasih salam, siang kirim berita, malam kirim video 15 menit yang tidak ada hubungannya deng ko pu hidup!”
“Jam enam pagi, tante kirim: ‘Selamat pagi, semoga hari ini penuh berkat.”
Jam enam lewat satu menit, om kirim video: “Minum air ini, semua penyakit hilang!”
Jam enam lewat dua menit, sepupu kirim: “Forward ke 20 orang kalau mau rezeki lancar!”
Sa bilang, “Tuhan, sa belum sikat gigi, tapi sa su dapat tiga tugas rohani!”
Yang bikin pusing, ada satu om yang kalau kirim berita tidak pernah kasih sumber.
Sa tanya, “Om, ini berita dari mana?”
Dia jawab, “Dari HP.”
Sa bilang, “Om, sa juga punya HP. Tapi sa tidak tahu HP om dapat ijazah jurnalistik dari mana!”
Terus ada tante kirim berita lama, katanya baru kejadian hari ini. Sa cek, ternyata berita tahun 2018!
Sa bilang, “Tante, ini berita so lama punya!”
Tante jawab, ‘Tidak apa-apa, Nak. Yang penting masih bisa bikin kaget!”
Siooo, berita lama saja bisa bikin jantung berdebar!
“Grup keluarga itu luar biasa. Kita masuk untuk menjaga silaturahmi, keluar-keluar malah jadi detektif, dokter, ahli politik, dan pemeriksa fakta dalam satu malam!”
Closing
“Keluarga tetap nomor satu, tapi sebelum kirim berita, cek dulu sumbernya. Jangan sampai ko pu jempol lebih cepat daripada ko pu pikiran!
- HP lowbat, hidup ikut lowbat!
“Siooo, sekarang kalau HP baterai tinggal 5 persen, orang langsung panik! Tapi kalau tenaga badan tinggal 1 persen karena kurang tidur, dia bilang, Sa masih kuat!’”
Sa pu teman lagi duduk santai. Tiba-tiba HP bunyi, baterai tinggal 2 persen!
Dia langsung berdiri, lari cari charger, teriak, “Siapa punya kabel? Siapa punya power bank? Tolong sa!”
Sa bilang, “Tenang, kawan! Ko pu HP saja yang mau mati, bukan ko pu masa depan!”
Dia jawab, “Kaka tidak mengerti! Di HP ini ada semua kehidupan sa!”
Sa tanya, ‘Uang ko di mana?’
Dia jawab, ‘Di bank.’
Sa tanya, ‘Teman ko di mana?’
Dia jawab, ‘Di WhatsApp.’
Sa tanya, ‘Pacar ko di mana?’
Dia jawab, ‘Di Instagram.’
Sa bilang, ‘Terus ko pu kehidupan nyata di mana?’
Dia diam sebentar, lalu jawab, ‘Aduh, Kaka! Sepertinya sa belum update lokasi!’
Siooo! Orang sekarang hafal password enam akun, tapi lupa nomor telepon mama sendiri!
Yang paling lucu, kalau HP mati, dia bilang hidupnya gelap. Padahal matahari di luar terang sekali. Sa suruh dia keluar rumah, lihat alam, bicara deng orang.
Dia jawab, ‘Tunggu Kaka, sa cas dulu.’
Sa bilang, ‘Ko pu HP bisa dicas, tapi ko pu hubungan deng manusia kalau lama tidak dipakai, bisa-bisa su masuk mode pesawat!’”
Punchline
“Jangan sampai HP ko punya baterai 100 persen, tapi ko pu tenaga 3 persen; sinyal internet full, tapi hubungan deng keluarga putus-putus!”
Closing
“Pakai teknologi untuk maju, belajar, dan berkarya. Tapi ingat, HP itu alat bantu hidup, bukan pengganti kehidupan. Cas HP ko, cas juga semangat ko!
“Jadi, pace mace, bikin konten boleh, mau terkenal juga boleh! Tapi jangan sampai ko pu jempol terkenal, sementara ko pu otak belum pernah tampil!
Jangan cuma sibuk cari like, tapi lupa cari ilmu. Jangan cuma kejar viral, tapi lupa bikin sesuatu yang berguna!
Ingat, kawan… lebih baik terkenal karena prestasi daripada terkenal karena jatuh dari motor! Hahaha!
Siooo, bikin konten yang bagus, bikin karya yang berguna, supaya bukan cuma ko pu video yang viral, tapi ko pu masa depan juga ikut bersinar!***

Tulis Komentar
Login atau daftar untuk berkomentar