TRITONPAPUA.COM – Dua tim dari PT Freeport Indonesia (PTFI) Tim Kamoro dan Tim Amungme masing-masing menjadi juara umum dan peringkat kedua dalam Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 2026 di Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 23–31 Oktober 2026.
Dalam kompetisi yang mempertemukan profesional bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan dari berbagai perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia tersebut, Kamoro menjadi juara umum, sedangkan Amungme peringkat kedua, disusul tim PT Hengjaya Mineralindo di peringkat ketiga.
Keberhasilan Kamoro meraih gelar juara adalah hasil dari kemampuan teknis, ketangguhan fisik, kedisiplinan, serta koordinasi yang teruji dalam berbagai simulasi keadaan darurat.
Kamoro menjadi juara untuk enam kategori utama; Road Accident Rescue, High Angle Rescue, Confined Space Rescue, Industrial Structural Fire Fighting, Collapsed Structure Search and Rescue, serta Underwater Rescue and Recovery.
Dominasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan Kamoro menjuarai kategori Firefighter Combat Challenge, yang menguji kecepatan, kekuatan fisik, ketahanan, dan keterampilan personel pemadam kebakaran dalam menghadapi tantangan operasional.
Amungme juga menunjukkan performa luar biasa. Mereka menjuarai kategori Confined Space Rescue dan Underwater Rescue and Recovery, serta mencatatkan prestasi pada sejumlah kategori lainnya.
Kapten tim Kamoro, Randy Julius, memperoleh penghargaan The Best Captain IFRC 2026, sedangkan The Best First Aider diraih oleh Tim Kamoro.
Penghargaan The Best Team Performance diberikan bersama kepada Tim Kamoro dan Tim Amungme.
Tony Wenas beri apresiasi
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan kedua tim yang telah mengharumkan nama perusahaan sekaligus Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah penyelenggaraan IFRC 2026.
Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi ini bukan semata-mata diukur dari jumlah trofi yang diperoleh, melainkan juga dari kompetensi, pertukaran pengalaman, dan penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri.
Tony menegaskan bahwa kemampuan memadamkan kebakaran dan penyelamatan adalah aspek penting dalam kegiatan pertambangan, operasional perusahaan, maupun kehidupan masyarakat secara luas.
Penyelenggaraan IFRC ke-8 di Mimika tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi rescuer profesional, tetapi juga menghadirkan dimensi sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.
Sebanyak 16 perusahaan dari sektor pertambangan dan energi turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia menjadikan Mimika sebagai ruang pertemuan sekaligus pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang keselamatan kerja dan penanggulangan keadaan darurat.
Menariknya, penyelenggaraan IFRC 2026 juga membuka ruang edukasi kepada generasi muda Papua. Pelajar tingkat SMP dan SMA di Timika dilibatkan untuk menyaksikan secara langsung berbagai simulasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan.
Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh pelaku ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan mama-mama Papua.
Selain memberikan peluang ekonomi, penyelenggaraan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, dan identitas masyarakat Papua kepada para peserta maupun juri internasional yang hadir.
Event IFRC 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi berstandar profesional, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan dunia industri dengan masyarakat lokal dalam semangat kolaborasi dan pemberdayaan.
Keberhasilan Tim Kamoro dan Tim Amungme menjadi Juara Umum Pertama dan Kedua IFRC 2026 memberikan pesan penting bahwa sumber daya manusia Papua memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi dalam bidang-bidang profesional yang membutuhkan keahlian khusus, ketangguhan, serta standar kompetensi tinggi.
Lebih dari sekadar kemenangan dalam perlombaan, prestasi ini memperlihatkan pentingnya investasi pada pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal, peningkatan keterampilan, dan pembentukan budaya keselamatan yang kuat.
Bagi Kabupaten Mimika dan tanah Papua, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda bahwa putra-putri daerah setempat mampu mengambil peran strategis dalam berbagai sektor pembangunan nasional.
IFRC 2026 pun meninggalkan pesan bahwa profesionalisme, semangat kemanusiaan, keselamatan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya dapat berjalan beriringan.***

Tulis Komentar
Login atau daftar untuk berkomentar