TRITONPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Senin 19 Oktober 2026 mengirim 16 mahasiswa ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Parahayiangan (UNPAR), Bandung, Jawa Barat.
Pengiriman mahasiswa untuk belajar tersebut bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Dogiyai.
Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati Dogiyai, Yudas Tebai bersama Wakil Bupati Yuliten Anouw dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Penyerahan 16 mahasiswa tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan Universitas Katolik Parahyangan.
Pemerintah Kabupaten Dogiyai diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Agustinus Degei.
Ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas adaah salah satu kebutuhan penting bagi pembangunan daerah.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Karena itu, investasi dalam pendidikan tinggi diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Dogiyai.
Pelepasan di Nabire
Sebelum diberangkatkan ke Bandung, ke-16 calon mahasiswa tersebut telah dilepas secara resmi oleh Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, di Nabire pada 14 Oktober 2026.
Pelepasan itu menjadi langkah awal perjalanan mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar Papua.
Selanjutnya, penyerahan kepada pihak UNPAR menandai kelanjutan proses pendidikan yang telah dipersiapkan oleh pemerintah daerah.
Kesempatan belajar di perguruan tinggi adalah tanggung jawab sekaligus peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan akademik, dan mengenal lingkungan pendidikan yang berbeda.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya kembali ke Dogiyai dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, terutama melalui sektor pendidikan.
Membangun Dogiyai
Pemerintah Kabupaten Dogiyai berharap seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan kemudian kembali ke Kabupaten Dogiyai membantu menyiapkan generasi muda yang lebih berdaya saing.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Dogiyai yang dikenal melalui ungkapan Dogiyai Dou Enaa yang menjadi identitas dan semangat bagi masyarakat setempat.
Investasi masa depan
Pengiriman 16 mahasiswa ke FKIP UNPAR menunjukkan bahwa pengembangan sumbr daya manusia perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari perencanaan pembangunan daerah.
Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga dengan peningkatan kualitas manusia yang akan mengelola dan melanjutkan pembangunan tersebut.
Di Kabupaten Dogiyai, keberadaan tenaga pendidik yang berkualitas diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran, memperluas kesempatan pendidikan, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diberangkatkan, tetapi juga dari keberhasilan mereka menyelesaikan studi, memperoleh kompetensi yang dibutuhkan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat, para mahasiswa diharapkan dapat menjalani pendidikan dengan baik dan kembali membawa pengetahuan serta pengalaman untuk membangun tanah kelahiran mereka.
Bagi Dogiyai, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Para mahasiswa yang menempuh pendidikan hari ini diharapkan menjadi tenaga pendidik dan penggerak pembangunan yang akan ikut menentukan masa depan generasi berikutnya.***

Tulis Komentar
Login atau daftar untuk berkomentar