Home chevron_right Arts Culture

Mau glowing atau mau ganti muka?

TRITONPAPUA.COM – Komedi Papua ini bukan ditujukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Ini sekadar humor untuk menyegarkan pikiran dan perasaan manusia lewat bahasa orang Papua.

Sekali lagi, narasi dalam komedia ini bukan untuk menyakiti pihak tertentu bila ternyata ada yang tersentil.

Tema: Demam skin care, tren wajah glowing, dan iklan produk kecantikan yang menjanjikan hasil terlalu cepat.

“Konten ini merupakan hiburan komedi yang mengangkat cerita, pengalaman, dan fenomena kehidupan sehari-hari dengan sentuhan humor khas Papua. Seluruh materi disampaikan untuk menghibur, bukan untuk menghina, merendahkan, atau mendiskreditkan produk ataupun pihak mana pun”.

Jangan terlalu serius, dan dibawa ke hati, ini cuma mob! Tertawa boleh, tersinggung jangan dulu.

Glowing Tiga Hari, Janji Penjual Berbulan-bulan

“Siooo, pace mace! Sekarang ini orang kalau bangun tidur, yang pertama dicari bukan kopi, bukan sarapan, tapi kaca! Lihat muka dulu, apakah su glowing atau masih loading! Hahaha! Kam tau arti glowing to, maksudnya muka cerah bersinar ka itu.

Apalagi mace-mace sekarang, kalau lihat iklan skin care, langsung mata menyala. Katanya, ‘Muka cerah dalam tiga hari!’ Aduhhh, lebih cepat daripada masak mi instan, ka apa … he he!”

“Sa pu sepupu beli serum online. Di iklan tertulis: ‘Glowing dalam tiga hari!’

Sa tanya, ‘Mace, ko yakin?’

De jawab, ‘Yakin! Ini banyak testimoni!’

Sa bilang, ‘Testimoni siapa?’

De jawab, ‘Tidak tahu, tapi fotonya cantik semua!’

Siooo! Kalau foto modelnya saja belum tentu pakai produk itu, kenapa ko langsung percaya?

Hari pertama dia pakai serum. Dia berdiri depan kaca, lihat kiri, lihat kanan.

Sa tanya, ‘Bagaimana, Mace?’

De jawab, ‘Belum kelihatan, mungkin masih bekerja!’

Hari kedua dia pakai lagi. Masih sama. Hari ketiga dia berdiri di bawah lampu, dekat jendela, lalu keluar rumah kena matahari.

Sa tanya, ‘Mace, ko cari apa?’

De jawab, ‘Sa sedang cari cahaya supaya muka glowing!’

Sa bilang, ‘Mace, itu bukan serum yang ko butuh. Itu ko butuh sakelar lampu!’

Besoknya dia komplain ke penjual, ‘Kak, kenapa muka saya belum glowing?’

Penjual jawab, ‘Sabar, Kak. Hasil setiap orang berbeda.’

Sa bilang, ‘Lho, di iklan bilang tiga hari!’

Penjual jawab, ‘Iya, Kak, tiga hari itu untuk mulai lihat de pu tanda-tanda!’”

“Aduhhh! Kalau bisa bikin glowing dalam tiga hari, sa pu nenek dong su bersinar seperti lampu jalan dari dulu ooo!”

Semua Masalah Kulit Dibilang Detox

“Pace mace, sekarang kalau beli skin care, penjualnya pintar sekali menjelaskan! Kalau cocok, katanya produk hebat. Kalau muka jadi bermasalah, katanya sedang detox!

Siooo, produk apa ini? Apa pun yang terjadi, dia selalu benar!”

“Sa pu sepupu pakai krim baru. Besoknya kulitnya merah dan terasa panas.

De telepon penjual, ‘Kak, muka saya kenapa?’

Penjual jawab, ‘Itu proses detox, Kak! Racun sedang keluar!’

Sa tanya, ‘Mace, racun apa yang keluar?’

De jawab, ‘Tidak tahu, tapi katanya detox!’

Sa bilang, ‘Aduhhh, kalau muka merah, jangan langsung percaya semua penjelasan penjual! Kasi stop dulu pemakaian kalau kulit bereaksi, terus ko pi cari nasihat tenaga kesehatan kalau keluhannya berat atau tidak membaik.’

Tapi mace sa ini masih penasaran. Dia tanya lagi ke penjual, ‘Kalau muka saya gatal?’

Penjual jawab, ‘Detox!’

‘Kalau muka saya takupas-kupas?’

‘Detox juga!’

‘Kalau muka saya bengkak?’

Penjual diam sebentar, lalu bilang, ‘Kak, mungkin Kakak perlu konsultasi dokter!’

Sa bilang, ‘Nah! Akhirnya penjual ingat juga kalau dia bukan dokter!’”

“Kalau semua masalah disebut detox, besok kalau HP penjual rusak, jangan-jangan dia bilang, ‘Itu proses detox elektronik!’ Hahaha!”

Skincare Banyak, Muka Bingung

“Siooo! Sekarang ada orang punya skin care lebih banyak daripada isi dapur! Ada sabun muka, toner, serum, pelembap, sunscreen, krim malam, krim pagi, krim khusus hari Senin!

Sa tanya, ‘Mace, ini ko mau rawat muka atau mau buka apotek?’”

“Sa pu teman punya kebiasaan ber-skincare sampai sepuluh langkah. Bangun tidur, langsung cuci muka. Setelah itu pakai toner, serum, pelembap, sunscreen.

Sa tanya, ‘Ko berangkat kerja jam berapa?’

De jawab, ‘Jam tujuh.’

Sa tanya, ‘Ko bangun jam berapa?’

De jawab, ‘Jam empat!’

Sa bilang, ‘Aduhhh! Ko punya muka dirawat tiga jam, tapi sa pu teman kerja di kantor cuma delapan jam!’

Dia bilang, ‘Kaka tidak mengerti. Ini investasi kecantikan!’

Sa jawab, ‘Bagus! Tapi ko pu dompet bagaimana?’

Dia langsung diam.

Ternyata uang makan sebulan dipakai beli serum. Waktu sa ajak makan papeda, dia bilang, ‘Tidak bisa, Kaka. Sa lagi hemat.’

Sa bilang, ‘Hemat untuk makan, tapi boros untuk muka?’

Dia jawab, ‘Kecantikan itu penting!’

Sa bilang, ‘Betul, Mace. Tapi kalau ko terlalu hemat makan, nanti muka glowing, badan loading kedalam!’

Yang paling lucu, semua botol skincare disusun rapi di meja. Sa tanya, ‘Ko hafal semua fungsinya?’

Dia jawab, ‘Tidak juga. Sa ikut urutan dari TikTok.’

Sa bilang, ‘Jadi muka ko sekarang dirawat oleh dokter atau diarahkan oleh algoritma?’”

“Jangan sampai ko pu rak skincare penuh, tapi ko sendiri bingung mana yang dipakai duluan. Muka belum glowing, tapi ko pu kamar su mirip toko kosmetik!”

Filter TikTok vs Muka Asli

“Aduhhh, teknologi sekarang memang hebat! Dulu orang harus berdandan lama sebelum foto. Sekarang tinggal tekan filter, langsung hidung mancung, kulit mulus, muka glowing!

Siooo, kalau begini, bukan skincare yang paling canggih. Ternyata ko pu jari-jari di HP!”

“Sa pu teman tiap hari unggah foto di TikTok. Mukanya mulus sekali, macam porselen baru keluar dari pabrik.

Sa ketemu dia langsung, sa hampir tidak kenal!

Sa bilang, ‘Mace, ko pu muka beda sekali dengan foto!’

De jawab, ‘Kaka, itu karena pencahayaan!’

Sa bilang, ‘Pencahayaan dari mana? Di foto ko macam bulan purnama, di sini ko macam lampu mati!’

De langsung marah sa, ‘Kaka jangan begitu! Sa pakai filter!’

Sa bilang, ‘Oh, jadi itu bukan hasil skincare?’

De jawab, ‘Skincare juga!’

Sa tanya, ‘Berapa lama ko pakai skincare?’

De jawab, ‘Tiga bulan.’

Sa bilang, ‘Terus filter berapa lama?’

De jawab, ‘Tiga detik!’

Siooo! Berarti yang paling cepat kasih hasil bukan serum mahal, tapi filter gratis!

Yang lucu, dia bikin video promosi produk. Dia bilang, ‘Kulit saya jadi mulus karena produk ini!’

Sa tanya, ‘Mace, boleh lihat video tanpa filter?’

De jawab, ‘Tidak bisa, Kaka. Kamera saya sedang bermasalah!’

Sa bilang, ‘Aduhhh! Kalau kamera terus bermasalah, jangan-jangan yang perlu diperbaiki bukan kamera, tapi cara promosinya!’”

“Ingat, kawan! Filter bisa bikin foto glowing dalam tiga detik, tapi kalau ketemu langsung, jangan sampai orang tanya, ‘Ko ini orang yang sama atau saudara kembarnya?’”

Closing

“Pace mace! Merawat kulit itu boleh, mau tampil percaya diri juga boleh. Tapi jangan gampang percaya kalau ada produk yang menjanjikan hasil ajaib dalam beberapa hari!

Baca informasi produk, pilih yang sesuai dengan kebutuhan kulit, dan jangan asal ikut tren. Kalau kulit bereaksi buruk, jangan semua dibilang detox. Hentikan pemakaian dan cari nasihat tenaga kesehatan bila diperlukan.

Ingat, tidak semua muka harus sama, dan tidak semua kulit harus kelihatan seperti kaca! Yang penting kulit terawat, sehat, dan ko nyaman dengan diri sendiri.

Lebih baik muka dirawat dengan benar daripada dompet dirawat penjual sampai kosong! Hahaha!

Tetap percaya diri, tetap cerdas memilih produk.***

Terkait